Teknologi Sistem Informasi

TEKNOLOGI SISTEM TELEKOMUNIKASI
Perkembangan teknologi dari masa ke masa semakin cepat, bahkan hampir setiap tahun selalu muncul inovasi – inovasi teknologi yang semakin canggih dan efisien. Salah satunya dalam bidang telekomunikasi, dimana setiap individu pasti membutuhkan yang namanya komunikasi sehingga memicu penemuan – penemuan tersebut. Tidak seperti dulu lagi, dimana komunikasi dengan orang di luar negeri masih sulit, berbeda dari sekarang, komunikasi internasional bukanlah masalah yang sulit meskipun belum 100% orang menggunakan teknologi ini.
Pengertian Telekomunikasi
Telekomunikasi berasal dari dua kata yaitu tele dan komunikasi. Tele yang berarti jauh, dan komunikasi yang berarti proses penyimpanan sebuah pesan atau informasi dari sebuah individu ke individu lain atau dari suatu tempat ke tempat lain.
Menurut UUD RI no 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi, bahwa telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda – tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.
Perkembangan Teknologi Sistem Telekomunikasi
Berawal ketika Antonio Meucci menemukan telepon. Setelah itu perkembangan telekomunikasi sangat cepat dibanding sistem yang lain. Dan sejak ditemukannya transistor, integrated circuit (IC), sistem prosesor, dan sistem penyimpanan perkembangannyapun menjadi semakin tidak terduga.
Sebelum ditemukannya telepon. Manusia menggunakan drum untuk komunikasi jarak jauh misalnya saat zaman peperangan dahulu, ada seorang yang memukul drum untuk memberi isyarat menyerang. Pada abad ke-5 sebelum masehi, manusia menggunakan api. Kemudian bertambah lagi menggunakn asap pada abad ke-2 sesudah masehi dan air pada abad ke-4 sesudah masehi dengan menggunakan kode morse untuk menyampaikan pesan tersebut.
Teknologi sistem telekomunikasi merupakan segala sesuatu yang dibuat untuk mempermudah dalam mengirim data atau informasi dari suatu individu ke individu lain atau suatu tempat ke tempat lain.


       1.      Komuniasi menggunakan drum

       2.      Komuniasi menggunakan api
       3.      Komuniasi menggunakan air
          4.      Komuniasi menggunakan asap


Komponen – Komponen Teknologi Sistem Telekomunikasi
Berdasarkan pengertian diatas agar bisa melakukan proses tersebut. Maka dibutuhkan komponen – komponen utama yang terhubung. Berikut komponen – komponen tersebut :
a. Pesan atau data yang akan dikirim.
b. Perangkat pengirim (sender) yang berfungsi mengirim data atau sebagai Sourch (sumber).
c. Media transmisi (medium) atau jalur atau kanal yang akan menyalurkan data.
d. Perangkat penerima (receiver).
e. Protokol atau aturan – aturan / standar yang disepakati dalam proses pengiriman, penyaluran, dan penerimaan.

Berikut penjelasan tambahan mengenai media transmisi :
a. Bentuk media transmisi
Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai canal transmisi, yaitu dapat berupa kabel, radiasi elektro magnetik dan satelit. Bila sumber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area yang lokal, maka dapat digunakan kabel sebagai media transmisi. Kabel dapat berbentuk kabel tembaga biasa, yang digunakan pada telepon atau coaxial cable atau fiber optical cable.

b. Kapasitas kanal transmisi
Bandwidhth (lebar band) Menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk 1 unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bit per second (bps) atau character per second (cps). Bandwidhth dengan satuannya bps/cps menyatakan ukurannya dari kapasitas channel transmisi, bukan ukuran kecepatan. Transmisi data dengan ukuran 1000 bps tidak hanya dikatakan lebih cepat dari transmisi data dari ukuran 200 bps, tetapi dapat dikatakan bahwa lebih banyak data yang dapat dikirimkan dalam 1 unit waktu yang tertentu.

c. Jenis kanal transmisi
Satu canal transmisi dapat mempunyai tipe transmisi :
1) Satu arah (Simplex)
Merupakan canal transmisi yang hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bisa bolak – balik. Contohnya siaran radio atau televise yaitu signal yang dikirimkan oleh stasiun pemancar hanya dapat ditangkap oleh pesawat penangkap siaran. Tetapi pesawat penangkap siaran tidak dapat mengirimkan informasi ke stasiun pemancar. Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain satu arah, tidak bisa bolak – balik.
2) Semi dua arah (Half Duplex)
Merupakan canal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dua arah yang bergantian ( satu arah dalam suatu saat tertentu), yaitu bila satu mengirimkan yang lain, sebagai penerima dan sebaliknya tidak bisa serentak. Dengan tipe transmisi dua arah yang bergantian dapat mengirim dan menerima data bergambar. Contoh walkie talkie merupakan contoh yang dapat didengarkan.
3) Dua arah (Duplex)
Merupakan canal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak (dapat mengirim dan menerima saat bersamaan). Contohnya telepon dapat berbicara dan saling mendengarkan.

d. Mode transmisi
Transmisi data lewat canal transmisi dapat berupa mode transmisi parallel dan serial. Pada mode transmisi parallel semua bit dari character yang diwakili oleh suatu kode, ditransmisikan secara serentak karakter setiap saat. Misalnya, bila digunakan kode ASCII, maka dibutuhkan sebanyak 8 canal untuk ditransmisikan ke dalam 1 bit dari karakter.

Alur Proses Teknologi Sistem Telekomunikasi
Alur proses telokomunikasi dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini.
a. Pesan berupa data atau informasi yang akan dikirim berbentuk :
ü  Text è telegraph.
ü  Data è teletext.
ü  Voice è telephone.
ü  Picture è television.
ü  Music è radio.
ü  Picture dan Video è videophone.
b. Pesan tersebut lalu diubah kedalam bentuk biner atau bit yang kemudian diencode menjadi sinyal oleh perangkat encoder.
c. Sinyal tersebut lalu di kirimkan melalui media transmitter yang telah ditentutan saat membuat konfigurasi jaringan.
d. Lalu sinyal diterima oleh stasiun penerima.
e. Kemudian didecode dalam bentuk yang sesuai dengan format aslinya oleh perangkat receiver.
f. Pesan diterima seperti yang bisa kita lihat / dengar.

Sumber :


Komentar